18 Februari 2010

EPILEPSI

dr.Athiya Rahma Sp.S
PENDAHULUAN
EPILEPSI = EPILAMBANEIN (500-700 SM)
SESUATU BERASAL DARI LUAR BADAN
KUTUKAN ROH JAHAT / SETAN
HIPOCRATES :
SUATU PENYAKIT OTAK
BUKAN KEKUATAN GAIB
GAMBARAN EPILEPSI
TIBA TIBA TIDAK DAPAT BICARA
KEHILANGAN KESADARAN
TIDAK BEREAKSI :
RANGSANGAN
PENDENGARAN
PENGLIHATAN
NYERI


GAMBARAN EPILEPSI (LANJUTAN)
BADAN TERTARIK KESEGALA JURUSAN
KEDUA LENGAN /TANGAN BERKEJANG
KAKI MENENDANG NENDANG


GAMBARAN EPILEPSI (LANJUTAN)
GIGI GELIGI TERKANCING
MATA BERPUTAR
DARI MULUT KELUAR BUSA
NAFAS SESAK , MUKA PUCAT
JANTUNG BEDEBAR
BANYAK KERINGAT
KADANG DIIKUTI BUANG AIR
APAKAH EPILEPSI ITU ?
GANGGUAN FUNGSI OTAK SECARA PERIODIK AKIBAT LEPAS MUATAN LISTRIK BERLEBIHAN / TIDAK TERATUR PADA SEL SEL OTAK SECARA TIBA TIBA

MENGAKIBATKAN

PENERIMAAN DAN PENGIRIMAN ARUS ANTARA BAGIAN - BAGIAN OTAK, DARI OTAK KE BAGIAN - BAGIAN LAIN TUBUH TERGANGGU
PENYEBAB EPILEPSI
TIDAK DIKETAHUI = 70 %
EPILEPSI PRIMER/IDIOPATIK
GANGGUAN KESEIMBANGAN KIMIAWI SEL - SEL OTAK
± 5 % FAKTOR KETURUNAN
AMBANG KEJANG RENDAH  LEBIH PEKA UNTUK TERJADI KEJANG
ORANGTUA EPILEPSI  BESAR KEMUNGKINAN ANAK EPILEPSI


PENYEBAB EPILEPSI (LANJUTAN)
PENYEBAB DIKETAHUI = 30 %
EPILEPSI SEKUNDER / ORGANIK / SIMPTOMATIS
CONTOH :
TRAUMA KEPALA
KELAINAN BAWAAN OTAK
KOMPLIKASI PERSALINAN
INFEKSI OTAK
STROKE
TUMOR OTAK
MEKANISME DASAR EPILEPSI

dipengaruhi :
Fungsi membran

Voltase membran

Mekanisme non sinap

Mekanisme sinap


Epilepsi adalah kumpulan gejala yang diakibatkan oleh pelepasan listrik tak teratur dan berlebihan dari sekumpulan neuron otak
Dalam keadaan normal aktifitas otak yang terdiri dari aktifitas listrik dan kimiawi berlangsung seimbang. Epilepsi timbul bila terjadi gangguan salah satunya
Transmisi sinaptik elektrik terutama dipengaruhi oleh ion sodium, potasium, dan klorida. Transmisi sinap kimiawi dikendalikan terutama oleh neurotransmiter asam glutamat dan GABA
Mekanisme dasar epilepsi dipengaruhi oleh:
Fungsi membran
Voltase membran
Mekanisme sinap
Mekanisme non sinap






Potensial membran : selisih potensial intra & ekstra sel
intrasel lebih negatif dari pada ekstra sel
Potensial membran istirahat :
selisih potensial selama tidak mendapat rangsangan
Depolarisasi : bila sel mengalami rangsangan potensial membran
menurun , intrasel lebih positif dari ekstrasel
Repolarisasi : potensial membran yang bergeser kembali ke posisi
potensial membran istirahat
Hiperpolarisasi : penurunan dari tingkat potensial membran istirahat
Ambang rangsang : batas rangsangan kecil yang dpt menimbulkan depolarisasi
Ambang letup ( potensial aksi ) : batas rangsangan yang dapat menimbulkan
depolarisasi membran Hukum All or none

Neurotransmiter
Eksitasi
Glutamat




Inhibisi
GABA
Ujung akson
Vesikel
Berikatan dg reseptor paska sinap
Rusak dalam
Celah sinap
Berikatan dg otoreseptor
pre sinap

JENIS SERANGAN EPILEPSI
EPILEPSI UMUM
EPILEPSI TONIK KLONIK ( GRAND MAL )
EPILEPSI ABSENS ( PETIT MAL )
EPILEPSI MIOKLONIK
EPILEPSI ATONIK

JENIS SERANGAN EPILEPSI (LANJUTAN)
EPILEPSI PARTIAL
EP PARTIAL SEDERHANA
( KESADARAN UTUH )
EP PARTIAL KOMPLEKS
( KESADARAN TERGANGGU )
EP PARTIAL YANG BERKEMBANG MENJADI EPILEPSI UMUM

SERANGAN GRAND MAL
WANITA 18 TH , SEJAK 12 TH MENDERITA SERANGAN KEJANG 1 X SEMINGGU. SIFAT SERANGN SBB : TIBA TIBA MENJERIT, JATUH PINGSAN DISERTAI KAKU SELURUH BADAN ( KEJANG TONIK ) ± 1/2 MENIT.

SERANGAN GRAND MAL (LANJUTAN)
KEDUA LENGAN DIBENGKOKAN DI SIKU DAN PERGELANGAN TANGAN KEDUA TUNGKAI LURUS , DISUSUL OLEH KEJANG KEJANG
( FASE KLONIK ) SELAMA BEBERAPA MENIT, MUKA BIRU, MULUT BERBUSA, SERING NGOMPOL KEMUDIAN PENDERITA TERTIDUR , SETELAH SADAR PENDERITA TAMPAK BINGUNG, SERING SAKIT KEPALA

SERANGAN PETIT MAL
WANITA 6 TH SEJAK USIA 1 TH SERING MENGALAMI SERANGAN BEBERAPA KALI/HR. TIBA TIBA KEHILANGAN KESADARAN , TAPI TIDAK JATUH. TERDIAM DAN MEMANDANG KEMUKA , PUCAT, TIDAK MENYAHUT.

SERANGAN PETIT MAL (LANJUTAN)
KELOPAK MATA BERKEDIP KEDIP, MEMEGANG - MEGANG BAJU, GERAK - GERAKAN KEPALA KEBELAKANG DG FREKWENSI 3 SIKLUS PERDETIK
SERANGAN BERLANGSUNG BEBERAPA DETIK, TIBA TIBA SADAR KEMBALI DAN MELANJUTKAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN SAAT SERANGAN TIMBUL

EPILEPSI PARTIAL SEDERHANA SERANGAN EPILEPSI FOKAL MOTORIK
LAKI LAKI 45 TH, 5 BULAN SETELAH OPERASI TUMOR OTAK, MENGALAMI SERANGA N KEJANG SEBELAH KIRI BADAN 3 X /BULAN
SERANGAN TIMBUL TIBA TIBA, MULUT SEBELAH KIRI TERTARIK TARIK, DISUSUL MUKA SEBELAH KIRI, KEMUDIAN TERJADI KEJANG KEJANG LENGAN KIRI, LAMA SERANGAN KIRA KIRA 2 MENIT DAN PENDERITA TETAP SADAR
EPILEPSI PARTIAL KOMPLEKS SERANGAN EPILEPSI PSIKOMOTOR (HALUSINASI, OTOMATISME)
WANITA 35 TH SEJAK BEBERAPA BULAN SETIAP 1 X SEMINGGU MENGALAMI SERANGAN EPILEPSI
DALAM SUATU SERANGAN PENDERITA TIBA TIBA MEMBAUI SESUATU YANG LANGU, KEMUDIAN SEOLAH OLAH MENDENGAR SUARA GEMURUH , MELIHAT BAYANGAN - BAYANGAN , KESADARANNYA MENURUN.


EPILEPSI PARTIAL KOMPLEKS (LANJUTAN)
MULUTNYA MENGECAP NGECAP, LIDAHNYA MENJILAT - JILAT.
PENDERITA MELAKUKAN GERAKAN SEPERTI MENELAN, MERABA-RABA ATAU MEREMAS - REMAS BAJU, MUKA MENJADI BIRU, KEPALA MENEGUK KE KIRI
BISA TERTAWA, TERTIDUR. LAMA SERANGAN BISA SAMPAI 5 MENIT
DIAGNOSIS EPILEPSI
ANAMNESIS / TANYA JAWAB
SERANGAN PERTAMA / BERULANG ?
DENGAN KEJANG / TIDAK ?
APAKAH SERANGAN DIMULAI PADA SATU BAGIAN TUBUH ?
DIAGNOSIS EPILEPSI (LANJUTAN)
BAGAIMANA AKTIVITAS MOTORIKNYA ?
APAKAH TERJADI KEJANG PADA SELURUH ANGGOTA GERAK ?
APAKAH TERLIHAT BINGUNG ?
TERTIDUR ATAU SAKIT KEPALA SETELAH SERANGAN ?

DIAGNOSIS EPILEPSI (LANJUTAN)
PEMERIKSAAN NEUROLOGIK
MENENTUKAN :
KELAINAN OTAK
KELAINAN METABOLIK
DIAGNOSIS EPILEPSI (LANJUTAN)
PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN LAIN :
LABORATORIUM DARAH
X FOTO
CT SCAN
MRI
DIAGNOSIS EPILEPSI (LANJUTAN)
ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG)
ADANYA AKTIVITAS SERANGAN (GELOMBANG-GELOMBANG EPILEPTIK)
TIDAK ADANYA GELOMBANG EPILEPTIK BELUM MENYINGKIRKAN DIAGNOSIS EPILEPSI 
ULANGAN PEMERIKSAAN EEG DIPERLUKAN
PEMERIKSAAN NEUROPSIKOLOGI
INTELEGENSI UMUM
STATUS FUNGSI OTAK
LOKASI KELAINAN DI OTAK
KAPAN DINYATAKAN EPILEPSI
SERANGAN BERULANG ( LEBIH DARI 1 X )
DENGAN KEJANG
TANPA KEJANG
PENYEBAB
TIDAK DIKETAHUI = EPILEPSI PRIMER/IDIOPATIK
DIKETAHUI = EPILEPSI SEKUNDER /SIMPTOMATIS
KAPAN DINYATAKAN EPILEPSI (LANJUTAN)
AKTIVITAS EPILEPTIK PADA REKAMAM EEG
KASUS TERTENTU DIPERLUKAN
X FOTO
MRI
CT SCAN , DLL

PRINSIP TERAPI EPILEPSI
1. Upayakan monoterapi
2. Cari dosis minimal yang efektif
naikkan dosis sampai kejang terkendali
3. Monitor kadar obat dalam serum
( kepatuhan dan toksisitas )
4. Bila kejang belum terkendali pikirkan
politerapi dan obat pilihan kedua
5. Penghentian obat setelah 2 th bebas kejang

DOSIS
Obat Anti Epilepsi Pilihan Pertama
Difenilhidantoin (5 mg/kg)
Fenobarbital ( 2 - 6 mg / kg / hari )
Karbamazepin (10 - 30 mg / kg / hari )
Klonazepam ( mulai 0,5mg )
Sodium Valproat ( 70 - 300 mg / kg / hr ) ( anak 15 mg / kg BB/hr )
OBAT ANTI EPILEPSI PILIHAN KEDUA
Gabapentin
Klobazam
Lamotrigin
Okskarbazepin
Topiramat
Vigabatrin
KADAR OBAT DALAM SERUM
Fenitoin 10 - 20 µg/ml
Fenobarbital 20 - 40 µg/ml
Karbamazepin 5 - 10 µg/ml
Valproat 50 - 100 µg/ml
WHO GUIDE LINE
Right Diagnosis
Right Drug
Right Dosage
Right Route
Right Tolerance
Right Time
Right Price
HARGA OBAT
CARBAMAZEPIN (Generik) ……… Rp 395
DEPAKOTE …………………. Rp 4.140
DILANTIN …………………. Rp 2.375
LUMINAL 100mg ………………… Rp 200
PHENYTOIN …………………. Rp 715
TEGRETOL CR …………………. Rp 2.755
RIVOTRIL …………………. Rp 3.795
LAMICTAL 100 mg ………………. Rp 9.390
NEURONTIN ………………… Rp10.450
TRILEPTAL ………………… Rp 5.040

Tidak ada komentar: